"Apa kalian yakin Tyler akan memaafkanku dengan ini semua?" Tanyaku untuk kesekian kalinya. Saat ini aku, Greg dan Jimmy sedang berada di rumah Tyler, sementara Nathan bertugas menahan Tyler tetap di sekolah, setelah kegiatan klub basket mereka selesai, aku langsung menjemput kedua remaja ini untuk membobol rumah Tyler seraya mempersiapkan surprise untuknya. "Kau sudah bertanya sebanyak 10 kali Dean!" Greg memutar matanya jegah. "Tapi ini mengerikan.. Tyler akan jijik melihatku seperti ini.." Bantahku yang masih meragukan rencana Jimmy. "Pelatih akan senang Dean, berhenti mengeluh dan pergi menunggu di posisimu. Kami akan pulang sekarang" Ucap Jimmy cuek sambil menyalakan lilin terakhir. "Tapi Tyler tidak akan suka bila aku seenaknya memakai piyamanya.." Aku kembali mengeluh. "Diam b

