Setelah sembuh sepenuhnya, Takuto tidak lagi mengatur aku seenaknya, maka dengan begitu.. aktifitas mengikuti Tylerku kembali seperti semula. Saat ini aku sedang berada di ruang konseling, memeluk Tyler dari belakang saat dia sibuk dengan surat-surat rekomendasi universitas murid-murid menyebalkannya. Kami berpacaran secara terbuka, jika ada siswanya yang bertanya apa kami berpacaran, maka Tyler akan menjawab ya. Tentu saja aku senang, tapi sayangnya Tyler tetap tidak mau aku sentuh di tempat ramai. Kenapa dia terlalu memikirkan pendapat orang lain sih? "Tyler.. apa rencanamu liburan kenaikan kelas nanti?" Tanyaku, aku berniat membawanya ke jakarta, aku ingin menunjukan kota kelahiranku padanya. "Mungkin pulang ke rumah orang tuaku, sudah lama aku tidak mengunjungi mereka" Balas Tyler.

