Setelah berbelanja kami langsung ke rumah Tyler, tadinya aku berfikir kalau Tyler berniat membatalkan janjinya tadi siang, tapi ternyata tidak.. ia tetap mengajakku ke rumahnya dan memasakkan makan malam untukku. Uh.. Tyler memang botty idaman! Aku duduk di meja makan sambil menatap p****t sexy Tyler yang sedang sibuk mengaduk sup ketipingnya, membayangkan rasanya meremas p****t sexy itu. "Dean.. kau ingin minum kopi sambil menunggu?" Tanya Tyler ramah, sepertinya dia sudah lupa perihal si jalang itu.. baguslah. "Tidak.. bagaimana kalau aku membantumu memasak?" Tawarku, walau pun aku tidak pernah memasak selain membantu Marvis memotong daging, tapi tidak masalah, semua hal dapat dipelajari. "Kau pernah memasak?" Tanya Tyler ragu-ragu, ia menaikan alisnya, oh.. tampannya. "Tidak pernah

