Aku berjalan dengan percaya diri meninggalkan ruang meeting salah satu hotel bintang lima milikku, hari ini mau tidak mau aku harus merelakan jadwal mengunjungi Tyler karena meeting kali ini tidak bisa digantikan oleh Takuto. Mendadak ponselku berbunyi, saat kulihat id pemanggilnya Bryan, aku langsung emosi. Berani sekali jalang ini menghubungiku!? Dia tidak bisa kubiarkan, hm.. sebaiknya aku habisi saja.. jadinya ku terima panggilan itu setelah nada dering ketiga. Me : apamu jalang? Bryan : huh! Dingin sekali kau baby.. Me : persetan! Kau membuatku muak! Bryan : aku berada di depanmu, lihatlah kearah sofa di lobi. Mendengar perkataan Bryan, aku langsung mematikan ponselku dan ya.. jalang itu ada dihadapanku, dia sedang duduk di sofa yang tersedia di lobi hotelku melambaikan tanganny

