Hari-hari selanjutnya benar-benar membuat Kayla gundah, entah mengapa ia ingin belajar dekat dulu sebagai kekasih dengan Keanu, banyak hal yang terkadang Kayla rasakan perlu ia pelajari dalam diri Keanu, meski ia pernah dekat, sangat dekat malah sebagai sahabat, namun tetap akan lain rasanya saat ia menjadi kekasih.
Seperti pengalaman beberapa hari lalu sungguh mengagetkan Kayla, bagaimana ia bisa berdebar dan merasakan reaksi tubuhnya berbeda saat Keanu memeluk, mencium dan menyentuh bagian tubuhnya yang lain.
Rasanya Kayla tak percaya itu, bagaimana mereka yang tumbuh bersama sejak kecil, tiba-tiba harus bersama dan melangkah sebagai pasangan kekasih.
Kayla membalik-balikkan badannya di kasur, ia tak mampu memejamkan matanya padahal hari sudah sangat larut.
Tiga hari sudah Keanu tak menghubunginya sama sekali, aneh juga ia tiba-tiba merasakan kangen yang teramat sangat.
Ponsel Kayla berbunyi, cepat ia jangkau dan ah Keanu bagaimana ia tahu jika aku belum tidur...
Halooo
Bukakan pintu, aku ada di depan tokomu
Hah iya iya
Kayla cepat-cepat melangkahkan kakinya ke toko setelah meletakkan ponselnya.
****
Keanu meletakkan tas ranselnya di dalam kamar Kayla, membuka jasnya, kemeja dan celana bahannya.
"Kamu langsung dari kantor ke sini?" tanya Kayla dan Keanu mengangguk.
"Aku mandi dulu Kay," Keanu membuka kaosnya dan melangkah menuju kamar mandi hanya menggunakan boxernya, Kayla mengambilkan handuk dan membuka tas ransel Keanu diambilnya satu kaos dari sana dan menyerahkan pada Keanu sebelum masuk ke kamar mandi.
"Nih jangan bertelanjang d**a lagi setelah dari kamar mandi," Keanu tertawa dan mencium kening Kayla.
****
Kayla mulai merasa mengantuk saat terdengar pintu kamar mandi terbuka, tercium kesegaran sabun dan sampo yang menguar ke dalam kamar Kayla.
Kayla merasakan kasurnya bergoyang sesaat dan ia merasakan tangan besar Keanu memeluknya lalu mencium rambut serta tengkuknya.
"Kean, bukannya aku ngusir, kamu kok tidur di sini, sana ke kamar sebelah," ujar Kayla membalikkan badannya dan menemukan wajah Keanu yang menatapnya penuh rindu.
"Aku kangen kamu Kay, biarlah aku tidur di sini, aku tidak akan berbuat lebih, aku hanya akan...," Keanu tak melanjutkan ia leburkan bibirnya pada bibir Kayla.
Lama mereka saling memagut dan berakhir dengan napas yang menderu dan pelukan Keanu yang semakin erat.
"Terima kasih Kay, untuk rasa indah yang selalu kamu berikan tiap aku menyentuhmu," ujar Keanu sambil mengusap punggung Kayla.
"Alah nggak usah ngerayu, enak udah bilang gitu aja," Kayla memegang tangan Keanu agar tidak kemana-mana.
Kayla mulai tertidur dalam dekapan Keanu, Keanu dapat merasakan napasnya yang teratur. Ia lepaskan pelukannya dan dibaliknya perlahan tubuh Kayla, ia pandangi wanita yang ia cintai sejak belasan tahun lalu.
Rasa tak percaya kadang timbul saat ia merasakan tubuhnya berada di samping tubuh Kayla seperti saat ini, keadaaan yang hanya dapat ia bayangkan beberapa tahun lalu, kini dapat terwujud. Dipeluknya lagi badan Kayla dengan pelan, agar Kayla tak terbangun.
Keanu hanya dapat menahan napas saat baru ia sadari lagi-lagi Kayla tidak menggunakan apapun di balik kaos tipis tanpa lengan itu.
Kayla bergerak perlahan dan menghadapkan badannya ke arah Keanu dan kaos berbelahan d**a rendah semakin memperlihatkan d**a putih Kayla.
Dengan cepat Keanu mengambil selimut dan menyelimuti badan Kayla saat disadarinya pangkal pahanya terasa mengeras dan nyeri, ia tidak ingin kejadian beberapa hari lalu terulang.
Keanu berusaha memejamkan matanya dan menghilangkan pikiran aneh yang selalu timbul jika dekat dengan Kayla.
****
Kayla menggerakkan badannya dan menggeliat, sejenak ia kaget melihat selimut di badannya, pasti Keanu yang menyelimutinya.
Baru Kayla sadari saat melihat dadanya yang jelas terlihat dibalik kaos tipis putih yang ia kenakan.
Kenapa aku jadi t***l gini nggak ganti kaos dulu tadi malam, seolah nawarkan diri sama Keanu...
Dilihatnya Keanu yang masih tidur dengan pulas, napasnya naik turun dengan teratur, pastilah tadi malam ia berusaha keras menghilangkan pikiran aneh melihat keadaan Kayla yang mengerikan.
Kayla dapat melihat Keanu yang kembali seperti sedia kala, tidak terlihat kuyu dan tirus seperti saat ia tinggal gara-gara insiden Defla beberapa bulan lalu.
Kayla memandangi wajah Keanu, bibirnya yang agak terbuka membuat pikiran usil Kayla timbul. Jarinya ia sentuhkan pada bibir Keanu, menyusuri dagu lalu ke dadanya. Keanu bergerak dan memegang tangan Kayla. Sekali hentak Kayla sudah berada di atas tubuhnya.
Keanu masih memejamkan matanya. Dan Kayla merusaha melepaskan diri dari belitan tangan Keanu.
"Lepaskan Kean, aku, aku merasakan milikmu yang mengeras," ujar Kayla lirih menahan malu. Keanu tersenyum namun matanya tetap tertutup.
"Siapa suruh menggangguku, aku masih ngantuk, malah dibangunkan, biar saja mengeras toh dia akan tetap ditempatnya asal kamu diam saja," ujar Keanu. Akhirnya Kayla pasrah, ia diam saja memeluk Keanu dan merebahkan kepalanya di d**a Keanu.
"Kay, lama-lama aku jadi ngeri juga," akhirnya Keanu merebahkan Kayla di sampingnya, menunduk dan melumat bibir Kayla lagi, lebih lama dari semalam.
****
Keanu kaget saat tanpa sadar ia dan Kayla sama-sama mendekap dan kaos mereka entah kemana.
Keanu menempelkan keningnya pada kening Kayla, meredakan napasnya yang memburu, lalu mendekap kepala Kayla ke dadanya.
"Benar kata oma Yasmin, mengapa kita harus segera menikah, karena takut napsu kita ngalahin akal, ada saat kita nggak sadar apa yang kita perbuat saat napsu kita sudah memburu seperti ini, aku ato kamu yang duluan narik kaos," Keanu menahan senyumnya, saat disadari Kayla memukul dadanya.
"Kaylaaa, Kayla, ternyata ada sisi liar yang nggak aku tahu dari sahabat kecilku ini, menyentuh semua tubuhku, kau membangunkan sisi lain yang tidak aku sadari sejak dulu, jangan lagi Kay, kau membuatku harus mandi dulu sebelum sholat subuh dan kembali ke aktivitas melelahkan di kantor," ujar Keanu meraih kaos Kayla dan memakaikannya.
"Kau akan membawa mobilmu sendiri?" tanya Kayla kawatir. Keanu tersenyum mendengar Kayla mengkhawatirkannya dan memejamkan matanya lagi.
"Tidak, aku akan menjemput sopirku di penginapan tak jauh dari sini, lelah rasanya setelah akivitas sebentar tadi, aku yakin akan nyenyak selama perjalanan ke kantor, aku membawa sopir karena kawatir akan kelelahan seperti ini," ujar Keanu tersenyum dan Kayla memerah wajahnya.
"Berarti kamu merencanakan semua ini terjadi?" tanya Kayla mencubiti perut Keanu yang terkekeh pelan.
"Niatku hanya menemuimu dan menciummu, bukankah kamu yang memberi bonus, siapa yang memulai duluan?" tanya Keanu kembali menarik Kayla lebih merapat ke dadanya.
Ponsel Keanu berbunyi,.ia lepaskan tubuh Kayla dan meraih ponselnya... Ah nenek...
Ya nek
Kau di mana sayang
Eeemm di tempat Kayla, bentar lagi langsung balik kok nek
Bawa Kayla sekalian, hari ini kita ke butik teman nenek, untuk membuat baju pengantin kalian
Ya nek
Keanu menghembuskana napas, lalu menatap Kayla yang memandangnya penuh tanya.
"Cepat mandi, kau ikut aku, kita ke butik teman nenek hari ini, bikin baju pengantin," kata Keanu dan bahu Kayla melemas.
"Aaaah capeknya melewati sesi itu," Kayla merengek dan memukulkan kakinya pada kasur.
"Loh semua calon pengantin akan melewati sesi ini, trus kamu maunya pake baju apa?" tanya Keanu sambil tergelak.
"Nggak pake baju," suara Kayla terdengar kasar dan Keanu semakin keras tertawa.
"Ada waktu tersendiri kita ntar nggak pake baju setelah semua proses pernikahan selesai sayaaang," Keanu mengacak rambut Kayla yang masih saja ngambek.
"Geli aku denger kamu manggil sayang," ujar Kayla lagi dengan wajah jengkel,
"Lah terus maunya aku manggil kamu apa?" tanya Keanu masih bersuara lembut.
"k*****t," sahut Kayla spontan dan Keanu tertawa sambil memegang perutnya, teringat ia masa-masa sma dulu saat Kayla selalu spontan seperti ini.
****