#15

1430 Kata
Sepanjang perjalanan menuju rumah oma Yasmin, kepala Kayla sudah pusing lebih dahulu. "Aku nunggu kamu pulang kantor ya Kean, aku nggak mau kita nggak bareng menuju butik yang dimaksud nenek kamu,  karena nenek kamu nggak ikut, dan yang bareng kita omaku, duh kamu tahu sendirilah gimana oma Yasmin, biarlah aku sekarang ke rumah dulu, masih ngantuk juga ini, dan akan tidur di kamar sampai kamu menjemputku nanti siang" ujar Kayla yang diiyakan oleh Keanu. Kayla merebahkan kepalanya ke bahu Keanu dan tak lama kemudian dia sudah terlelap. Keanu mengelus kepala Kayla dan tersenyum melihat wajah Kayla, mengingatkannya pada jaman sma dulu, jika mengantuk maka dengan santai Kayla akan menyandarkan kepalanya ke bahu atau bahkan d**a Keanu. **** "Kau dengan Keanu lagi semalam Kay, tadi Tita menelponku,  katanya dia semalam kebingungan karena Keanu tidak pulang,  ternyata dia menginap di tokomu, tidur sekamar lagi kalian? " tanya oma Yasmin dan Kayla diam saja. Terdengar hembusan napas berat oma Yasmin. "Oma tidak tahu harus bilang apa,  karena kalian sudah sama-sama dewasa,  pandai-pandailah menjaga diri," ujar oma Yasmin lagi. " Kami terbiasa tidur berdua sejak kecil oma," sahut Kayla pelan. "Iya oma tahu, di depan tv itu,  di dalam kamarmu yang terbuka,  semuanya bisa melihat nah kalo seusia kalian tidur berdua dan tidak ada seorang pun yang tahu, kami tidak bisa memastikan apa yang kalian lakukan m dan oma yakin semalam yang kalian lakukan lebih dari sekedar berciuman, saran oma, selama kalian belum menikah,  kembalilah dulu kamu ke rumah ini," pinta Yasmin penuh harap. "Aku terlanjur mencintai suasana di sana oma,  terima kasih oma sudah mengingatkan,  aku masuk ke kamar dulu oma, ngantuk," Kayla melangkahkan kakinya ke kamarnya dengan hati tak menentu. Ah omaaa oma,  aku juga nggak nyangka bakalan kejadian kayak semalam, semuanya berjalan cepat,  secepat hembusan napas kami yang menderu,  kami terlalu menikmati, rasa kangen dan gelenyar aneh memenuhi seluruh tubuh kami,  dan entah mengapa kami menikmatinya oma...maafkan kami.. **** Kayla masih bergelung selimut, saat ia mendengar ponselnya berbunyi. Dengam mata terpejam ia menerima telpon yang ia yakin dari Keanu. Hmmmm Masih tidur Yaaah Aku jemput satu jam lagi ya Aku mandi dulu Aku juga masih ngantuk Kay,  gara-gara kamu semalam... Huuusss nggak usah dibahas Itu spontan nggak direncanakan Yah aku setuju kita jangan sekamar lagi Ah kamu bolak-balik bilang gitu, tahu-tahu dah di sampingku Ok sejam lagi ya say eeeh Kay, ngeri ntar disuru manggil kampret Kayla meletakkan ponselnya dengan mata tertutup dan senyum yang tiba-tiba muncul. **** Kayla baru selesai mandi, dan segera menggunakan bajunya saat samar-samar ia mendengar suara Keanu di ruang makan,  pasti sedang ngobrol dengan neneknya. Kayla tahu neneknya sangat menyayagi Keanu,  bahkan mungkin lebih menyayangi Keanu dari pada dirinya. Kayla masih menyemprotkan parfum ke pergelangan tangannya dan lehernya saat mendengar pintu di ketuk dan muncul wajah Keanu, Kayla segera meraih sling bagnya dan melangkah ke arah pintu, Keanu berdiri memandanginya dengan senyum yang ia perlihatkan sejak pertama membuka pintu. Kayla meraih leher Keanu, berjinjit dan meleburkan bibirnya pada bibir Keanu. Dengan lembut Keanu berusaha melepas bibir Kayla. Dan menatap dengan takjub sambil menahan senyum, menggelengkan kepalanya. "Bisa digebuki oma Yasmin aku Kay," Keanu mengusap bibir Kayla yang untungnya menggunakan lipstik warna nude. "Pakailah lipstikmu Kay biar tak tampak pucat," ujar Keanu sambil membenahi rambut Kayla. "Yah nanti saja di dalam mobil, kita turun yuk," ajak Kayla menarik tangan Keanu. Dari pintu kamarnya oma Yasmin melihat apa yang mereka lakukan tadi dan geleng-geleng kepala. Hmmm ada aku saja, si Kay berani-beraninyaaa nyium Keanu, apa jadinya jika mereka hanya berdua,  anak itu memang tidak tahu bahayanya... *** "Kayla ayolah kamu tentukan apa warna baju untuk resepsi dan akad nikah, yang mau nikah kamu, bukan oma," ujar oma Yasmin jengkel melihat Kayla yang tampak cuek-cuek saja. "Biar saya yang nentukan oma, untuk akad warna offwhite saja dan untuk resepsi saya pilih silver oma, gimana Kay,  mau?" tanya Keanu  menatap Kay yang hanya mengangguk tanpa ekspresi. Oma Yasmin tampak makin jengkel melihat cucunya. Oma Dice pemilik butik menahan tawa melihat temannya dari tadi berang melihat cucunya. Dan berbisik.... "Sabarlah Yasmin,  dia persis kamu waktu muda, cuek, ceplas-ceplos,  jadi jangan marah, nikmati saja, ini bukan siksaan tapi gambaran,  gimana menyebalkannya kamu waktu muda dulu," oma Yasmin mencubit pelan oma Dice yang menahan tawa. "Ok,  pilihan warna yang bagus,  ayo kalian ikut oma ke dalam untuk diukur oleh pegawai oma, yuk Kayla sayang,  Keanu juga," oma Dice menarik tangan Kayla yang terlihat enggan. **** "Perjodohan yang sukses Yasmin,  tidak berhasil anakmu dan anak Tita eh cucu kalian yang jadi," ujar Oma Dice yang langsung dicubit oleh Oma Yasmin. "Ssstttt diam kamu,  jangan sampe mereka denger, bisa kacau deh, apalagi kalo sampai cucuku tahu, hmmm bisa berabe," oma Yasmin memperkecil volume suaranya. **** Setelah urusan baju selesai selajutnya untuk hal-hal kecil lainnya oma Yasmin yang akan mengurus. Setelah mengantar oma Yasmin pulang,  Kayla dan Keanu menuju cafe kepunyaan Keanu, keduanya sedang asik membicarakan akan tinggal dimana setelah menikah. Keanu sedang asik mempermainkan rambut Kayla saat dari arah pintu masuk Defla Halim, ada urusan apalagi wanita itu, sudah jelas-jelas ditolak Keanu masih saja nekat.. Kayla terlihat geram.. Kayla sengaja menarik leher Keanu mendekati wajahnya,  sesaat Keanu kaget dan bingung, namun ia menuruti kehendak Kayla,  ia dekatkan wajahnya, sesekali hidungnya ia gesekkan pada hidung Kayla dan menatap Kayla dengan mesra. "Heh meski kalian akan menikah,  apakah harus mempertontonkan kemesraan kalian di depan umum?" tanya Defla dengan ekspresi dingin. Keanu kaget dan ia mengerti mengapa mendadak Kayla menarik lehernya. Keanu tertawa dan mempersilakan Defla duduk. "Aku tidak peduli yang lain Defla,  aku terlalu lama menunggunya, akan aku lalui setiap detik dengannya menjadi saat yang indah dan romantis," sahut Keanu sambil memandang mesra Kayla, yang sejak Defla ada di dekatnya, Kayla terus saja menahan tangan kanan Keanu memeluk pinggangnya. "Eeemmm ada apa kamu ke Indonesia lagi,  terakhir kau bertemu kami,malah kau mengatakan benar-benar tidak akan kembali lagi ke Indonesia?"tanya Keanu lagi. "Mama sakit,  dia tak berhenti memikirkanku karena aku mengatakan hal seperti itu padanya," Defla terlihat sedih. "Jaden mengatakan apa padamu tentang aku Keanu?" tanya Defla. "Tidak banyak, dia hanya kecewa padamu, karena ternyata cintanya tak pernah kau sambut,  kau seperti menjadikannya pelarian saja," ujar Keanu. "Sepertinya aku mulai merindukannya Keanu, aku ingat bagaimana dia sabar memperlakukanku,  bagaimana dia selalu memuja dan mencintaiku," mata Defla mulai berkaca-kaca. "Hei kau,  bisakah kamu ramah padaku? " tanya Defla tiba-tiba pada Kayla. Kayla tak menoleh pada Defla, Kayla hanya fokus menatap Keanu yang sejak tadi sesekali mencium ujung kepalanya. "Haruskan aku ramah, jika wajahmu selalu menampakkan permusuhan padaku?" sahut Kayla. "Aku memang mencintai calon suamimu,  tapi sejak awal ia tidak pernah menanggapi aku,  lalu apa yang harus kau kawatirkan sampai memperlihatkan wajah dingin seperti itu jika melihatku?" tanya Defla lagi, Kayla akan membantah tapi dengan cepat Keanu mengecup bibir Kayla sekilas dan sanggup membuat Defla dan Kayla kaget. "Sudah tidak usah berdebat, jadi bagaimana selanjutnya Def, apa yang akan kamu perbuat, sampai saat ini Jaden masih sendiri,  meski dia yang memutuskanmu,  tapi Jaden sakit Def, aku masih sering bertemu dengannya, dia lebih sering melamun,  kadang dia menemuiku hanya untuk mengajakku makan siang,  datangilah ke kantornya,  telponlah dia,"ujar Keanu memberi saran. "Kau jangan jadi kami,  membuang waktu belasan tahun,  dan setelah kami bersama seperti ini,  kami baru menyadari,  banyak hal indah yang sudah kami lewatkan," kembali Keanu mencium ujung kepala Kayla, menciumnya dengan dalam sampai Keanu memejamkan matanya. Kayla menatap Keanu yang tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Kayla meraih leher Keanu dan mencium bibir Keanu sekilas, tersenyum dan mengusap bibir Keanu. Keanu membalas perlakuan Kayla dengan melumat bibirnya dengan lembut. "Heeesssyyy kalian benar-benar membuatku mual,  bermesraan di tempat terbuka seperti ini, benar-benar membuatku marah," Defla melangkahkan kakinya ke luar cafe tanpa pamit, Keanu menahan tawa dan Kayla menatap kepergian wanita itu dengan lega, lalu ia lepaskan belitan tangan Keanu di pinggangnya. Baru saja Defla menghilang,  ponsel Keanu berbunyi.. Keanu melihat ponselnya dan nama Jaden tertera di situ. Agak lama Keanu berbicara, setelah selesai Kayla mengajak Keanu meninggalkan cafe Keanu untuk menuju suatu tempat. **** "Kay,  ini apartemen siapa,  mengapa kita ke sini?" tanya Keanu memasuki area parkir. Kayla tak banyak bicara ia segera melangkahkan kakinya masuk dan dengan berlari kecil,  Keanu segera menyusul di belakang Kayla. **** "Waw,  hunian yang bagus," ujar Keanu setelah masuk ke ke dalam apartemen Kayla. Duduk di sofa, membuka jasnya lalu menarik dasinya perlahan. Keanu kaget saat tiba-tiba Kayla duduk di pangkuannya dan melumat bibirnya dengar kasar, sesaat Keanu kaget dan membalas perlakuan Kayla dengan gemas. Membuka kaos kayla yang entah kapan sudah berganti serta menangkup dadanya yang terbuka, memainkan lidahnya dan mengigitnya pelan, terdengar desah Kayla yang meremas rambut lebat Keanu, menekan ke dadanya yang membusung. ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN