Broken Heart

1286 Kata

Seorang pria, duduk di hadapan sebuah meja besar tetapi tak ada hal lain yang ia lakukan selain memandangi layar benda pipih yang tergolek di depannya. Berkali sudah ia mencoba menghubungi gadis itu, tetapi tak ada satu pun dari panggilan dan pesannya yang mendapat respon seperti yang ia harapkan. Hatinya mulai digerogoti perasaan cemas dan galau. Bagaimana jika gadis itu tak ingin lagi bertemu dengannya? Atau benar-benar meninggalkannya sebelum bisa ia miliki. Ia mendesah pasrah. Jika tak ada yang dapat ia lakukan untuk membuat Zanara menerima cintanya, maka ia akan lakukan. Sekalipun harus memaksa. Ia sudah tak mampu lagi menahan gejolak yang ada di hatinya. Perasaan itu telah mengganggunya sekian lama, dan kini, semua bahkan takdir seolah sedang berpihak padanya. Namun, tetap saja me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN