Ponsel Zanara berdering cukup nyaring saat gadis itu sedang menyibukkan diri di dapur. Ia segera menerima panggilan tanpa memerhatikan siapa yang menghubungi sepagi ini. Namun, tak urung ia terima panggilang tersebut. "Halo," sapa Zanara, kemudian menanti jawaban dari seberang. Menanti cukup lama, dan hampir saja ia mematikan sambungan telepon, tapi kemudian sebuah suara bariton yang sangat ia kenali menjawab sapaannya. "Hai, Zanara. Bagaimana kabarmu?" tanya pria itu. Zanara membenarkan letak ponsel, celingukan seolah ada seorang di sekitarnya. Ia hanya cemas Mark yang sedang mandi lantas muncul dan akan terjadi keributan jika tahu siapa yang menghubungi gadis itu. "Mau apa lagi kau mengubungiku?" desis Zanara. Mengulang pertanyaan lagi ketika menyadari ia telah mengeluarkan suara den

