Mark membentangkan selimut dan membungkus tubuh Zanara yang lelap di atas meja kerja dengan laptop masih menyala. Pria itu menatap sejenak ke layar, masih laman pencarian lowongan pekerjaan seperti biasa. Ia merasa ingin membantu kekasihnya itu, mudah saja baginya menempatkan Zanara pada posisi tertentu di perusahaannya. Namun, ia kenal betul sifat gadis itu. Zanara gadis yang tangguh, ia akan berusaha sendiri untuk mengatasi masalahnya. Namun, pasti ada hal lain yang bisa ia lakukan sebagai bentuk cintanya pada Zanara, meski entah apa. Ia akan mencari tahu itu semua. Tak berapa lama, ponsel Zanara berdering. Mark membiarkan sebentar, memastikan apakah gadis itu akan terbangun, tetapi hingga deringnya berhenti, Zanara tak juga terbangun. Tak berapa lama, benda pipih itu kembali mengusik

