Zanara bergegas menuju ke pintu saat mendengar suara ketukan. Mark sudah kembali ke kamarnya karena harus melakukan konferensi video. Meski pria itu telah mengatakan alasan mengapa ia harus kembali ke kamar, tetapi setelah apa yang baru saja terjadi, membuatnya resah. Ia tak mengira Mark akan menolak apa yang ia tawarkan. Sementara pria lain mungkin akan menerima dengan senang hati. Mengejutkan, dan membuatnya tak henti berpikir. Namun, di sisi lain ada rasa bahagia, karena bisa saja Mark memang ingin menjaga dan melakukan dengannya di saat yang tepat, seperti yang ia katakan. Sempat mengira bahwa yang kini berdiri di depan pintu adalah Mark, tetapi ia harus mengubur harapannya. Yang kini berdiri di hadapannya bukanlah Mark, melainkan seorang gadis yang tak asing, yang berhasil merebut h

