48. Alin, Dito dan Dera

1768 Kata

Olesan terakhir, Bulan memoleskan lipstik warna warna pinky ke bibirnya. Bulan tersenyum melihat tampilan dirinya di depan cermin sana. Baru saja dia meletakkan lipstik itu ke atas meja suara dering ponselnya pun berbunyi, dering ponsel itu berbunyi nyaring seakan tidak sabar kalau bulan ingin mengangkat telepon itu dengan segera. "Siapa sih yang nelepon pagi-pagi gini, " gerutu bulan seraya berdiri dari duduknya meski ia malas untuk melakukan hal itu. Bulan merotasikan bola matanya ketika melihat nama si pemanggil. "Halo." Bulan berujar dengan suara tidak santai. "Bulan sayang, tolong anterin Bintang ke sekolahnya. Papih nggak bisa anterinnya hari ini." Wisnu berkata pada inti langsung. Pria ini mana suka berbasa-basi, itupun kalau di hal yang tertentu. "Papih kan masih sehat bugar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN