47. Satu malam bersama Dara

1786 Kata

Alam terus memperhatikan dengan lamat-lamat wajah Dara. Dara dulu adalah cinta pertamanya, atau lebih tepat ke cinta monyet. Alam seakan buta untuk mencintai adik angkatnya. Sebelum dia bertemu dengan Bulan dan mengusik hidup wanita itu dulu. Hingga akhirnya tanpa sengaja, Alam sudah memberikan rasa sakit serta goresan luka, yaitu perpisahan mereka. Dan sekarang, Bulan begitu baik menerima cintanya kembali. Seakan tidak peduli dengan statusnya yang kini sudah menjadi suami orang. Kalau kalian tanya kepada Alam, apakah laki-laki itu masih mencinta Dara. Maka Alam akan menjawab tidak, karena baginya sekarang kalau Dara itu hanyalah adik kecilnya. Yang sangat diharuskan untuk dia jaga lewat menikahi wanita itu. Tangan Alam beranjak naik menghapus peluh keringat yang ada di pelipis Dara. Wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN