45. Penolakan Alam

1729 Kata

"Alam." Alin tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia ketika bisa bersitatap wajah dengan putranya secara langsung. Wanita itu berdiri antusias. Sementara Alam masuh bergeming di tempatnya. Dengan raut wajah masih bingung. "Maaf, Anda kenal dengan saya?" tanya Alam spontan. Hati Alin mencelos mendengar ucapan Alam tadi. Akan tetapi, wanita itu tetap tersenyum seakan memaklumi Alam. Karena mereka baru pertama kali bertemu usai puluhan tahun lalu berpisah. "Saya Alin. Percaya nggak percaya saya adalah ibu kandung kamu," ujar Alin, tidak merasa salah akan ucapannya tadi. Namun, berbeda sekali dengan Alam. Laki-laki itu malah berdiri mematung, menatap Alin tak percaya. Tak berapa lama suara tawa terdengar dari Alam. Menjadikan alis Alin bertaut melihat hal itu. "Mama?" beo Alam dan Alin lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN