Bab 38: Pelarian Sang Mawar Hitam

1347 Kata

Hutan itu menelan sosok Alana dalam hitungan detik. Kegelapan dan rimbunnya pepohonan menjadi pelindung terbaiknya dari sorot mata dua pria yang baru saja ia hancurkan dunianya. Kaki Alana yang tidak beralas sepatu terasa perih tertusuk ranting dan kerikil tajam, namun rasa sakit itu tidak sebanding dengan hantaman pengkhianatan yang baru saja ia terima. Di belakangnya, sayup-sayup terdengar teriakan Kenzie yang memanggil namanya, disusul suara bariton Nathan yang memerintahkan anak buahnya untuk mengepung area hutan. "Cari dia! Jangan sampai dia keluar dari zona ini!" suara Nathan menggema, dingin dan penuh otoritas yang tak tergoyahkan meski baru saja kehilangan aset berharganya. Alana terus berlari. Ia tidak menuju jalan raya. Ia tahu Nathan akan menutup semua akses keluar dalam radi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN