"Hentikan pelototan matamu itu, Ed." Grace lantas mengelus-elus kepala Fero. "Fero. Kau masih kecil. Nanti kalau kau sudah besar. Kau Baru boleh menikah." ucap Grace. "Apa sebesar paman itu?" Fero menunjuk Edward. "Iya." Grace mengangguk. "Ed. Cepat habiskan makananmu. Setelah itu kita tidur." "Iya paman. Cepatlah habiskan makananmu. Aku baru tau jika suami auntie Grace makannya lambat." Edward merasa tidak terima. "Kau-" "Ed.. Sudahlah.. Dia hanya anak kecil." Edward mendengus kesal. Ia segera menghabiskan makan malamnya dengan cepat. Andai saja tidak ada Grace.Edward pasti sudah menyate anak kecil itu. Menjadikannya santapan yang sangat nikmat. "Aku sudah selesai." ujar Edward. "Nah, paman galak itu sudah selesai auntie. Ayo kita ke kamar. Bacakan aku cerita dongeng. Aku mem

