Viona melangkahkan kaki menuju lift. Semua orang tampak menatap dengan tatapan tak percaya. Namun sebagian justru berbisik-bisik dan membuat Viona menatap mereka dengan tatapan tajam. Jika bukan karena Viona harus menjalankan rencananya, pasti Viona sudah mencolok mata setiap orang yang menatapnya dengan tatapan jijik. Rencana yang harus ia jalankan adalah rencana dari Marko. Melamar pekerjaan di kantor Edward dan mendekatinya dengan perlahan. Namun keberuntungan tidak berpihak padanya. Tidak ada lowongan pekerjaan disini. Sehingga Viona memilih menjalankan rencananya sendiri. Meski ia tahu resikonya. Ia tidak peduli. Yang ia inginkan hanyalah segera bebas dari ancaman Marko. Semua orang di sini tentu saja tahu siapa Viona. Mantan tunangan Edward itu sudah lama tidak terlihat setelah ins

