Grace merasa pipinya masih merona setelah mengganti pakaian Edward tadi. Tapi ia sedikit beruntung karena ada Alex. Ia tidak membayangkan jika harus mengganti pakaian Edward sendirian, pasti akan sangat kesulitan. "Jadi, cepat ceritakan apa yang terjadi." pinta Grace pada Alex. Alex mengangguk. Grace ingin bangkit dari tepi kasur namun ia merasa tangannya di tahan. Grace menoleh dan mendapati Edward menahan tangannya. Matanya masih terpejam. "Aku mencintaimu, Grace." Hati Grace sedikit tersentuh. Bahkan disaat tidak sadar seperti ini, Edward masih berbicara seperti itu. Grace memutuskan untuk menggenggam tangan Edward. "Lihat. Dia begitu mencintaimu. Bahkan disaat tidak sadar seperti ini." ucap Alex. Grace bungkam. Tidak tahu harus mengucapkan apa. "Kita bicara disini saja. S

