"b******k!" umpat Marko kesal. Ia menendang dinding lift berkali-kali. Mr.Antonio memberinya kabar yang paling menakjubkan. Marko diminta datang ke ruangan Mr.Antonio dengan dalih memberikan bonus dalam rangka ulang tahun perusaannya. Nyatanya ketika Marko dengan semangat membuka amplop coklat yang dikiranya selembar cek, ia langsung meremas amplop cokelat tersebut ketika mengetahui isi sebenarnya. Surat pemecatannya! "Edward sialan!" Marko mengusap rambutnya gusar. Seingatnya, beberapa tahun lalu. Perusahaan yang Marko rintis dengan keringat,darah, dan air matanya dibuat bangkrut begitu saja oleh Edward. Tentu, tentu Marko mengingat saat itu. Mengingat bagaimana rencana yang ia susun dengan matang justru menjadi bumerang yang menghancurkan hidupnya, dan mimpinya. Ponsel Marko berde

