Edward menatap wanita itu. Lalu ia menutup matanya. Menelan sedikit ludah berharap dapat membantunya menahan emosi yang tiba tiba menyeruak. Ketika ia membuka mata, wanita itu masih disana. Masih sama dengan senyumnya sebelum Edward menutup mata. Senyum yang sama. Senyum tulus yang mampu menggetarkan hati Edward, dulu. 's**t!' Edward mengumpat dalam hati. Baginya sekarang, wanita dihadapannya ini tidak lebih dari sekedar jalang. Edward ingin sekali melenggang pergi meninggalkan tempat ini. Namun kakinya terasa kaku, tidak membiarkan ia meninggalkan pijakannya. Edward hanya menatap wanita yang kini mulai memandangnya dengan tatapan teduh. Senyum yang tulus dan tatapan teduh bisa membuat pria manapun akan bertekuk lutut saat ini juga. Andai keadaannya berbeda, pasti Edward akan mengagu

