Tiffany terlihat terikat di atas ranjang. Tangan dan kakinya diikat rapat, bahkan mulutnya juga tertutup kain hitam. Matanya terus terjaga, meski ia sangat mengantuk karena kelelahan. Tidak ada seorang pun di sana, hingga akhirnya pintu kamar itu terbuka. Seorang pria berjalan mendekati Tiffany dengan tersenyum miring. Pria itu menyentuh ujung kaki Tiffany hingga berhenti di bagian sensitif wanita itu. “Kau lumayan cantik, Nona. Jika kau mau bekerja sama denganku, aku akan memastikan keselamatanmu,” ujar Pria itu. Tiffany menggelengkan kepalanya saat melihat tangan pria itu bergerak mengusap bagian intimnya. Tubuh Tiffany menggelinjang, bergerak gelisah karena sentuhan itu membuatnya terangsang. Tangan pria itu menyusup masuk ke dalam pakaian dalam Tiffany, dan perlahan satu jarinya berh

