Suasana di pulau itu sangat damai dan menenangkan. Tiffany terasa sangat nyaman saat berada di balkon, dan sedang dalam pelukan Darren, memandang hamparan air laut yang terlihat biru. Hanya rasa nyaman dan merasa terlindungi yang saat ini Tiffany rasakan. Ia tidak ingin rasa bahagia itu sirna dan bersifat sementara. Ia ingin merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya kali ini. “Darren,” panggil Tiffany. “Hmmm?” “Apa aku boleh merasa bahagia?” tanya Tiffany. “Tentu saja, apa kau bahagia saat ini?” “Ya, aku merasa sangat nyaman saat ini, aku tidak ingin kebahagiaan ini hilang begitu saja dalam hitungan detik,” ujar Tiffany. “Aku akan berusaha untuk membuat kebahagiaan ini abadi, apa kau ingin seperti itu?” tanya Darren. “Ya.” Tiffany menatap Darren dalam-dalam, lalu bibir mereka saling

