Andreas memperbesar foto yang ada di ponselnya, dia baru saja menerima laporan dari orang kepercayaannya yang disuruh untuk memantau dan mengikuti gerak gerik Tasya. "Sialan si Tedy, gak pakai lama dia sudah mulai membukitikan perkataannya." ucapnya dalam hati dengan gusar. Gimana tidak coba, di dalam foto itu Tedy tengah menggendong putrinya dan menggenggam tangan istrinya. Seharusnya di dalam foto itu adalah dirinya. Gemuruh emosi bergejolak di dalam hatinya, dengan kasar di letakan ponselnya di atas meja kerja dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Gue harus gerak cepat, si Tedy pasti sudah menyusun rencana busuknya." Andreas kembali meraih ponselnya lalu menghubungi Om Rudy, mertuanya. Sudah lewat waktu yang mereka sepakati, dan itu artinya Rani masih keras kepala d

