Di dalam kamar, Tasya termenung. Sungguh, dia tidak habis pikir hidupnya akan berjalan seperti ini. Siapa dia sehingga diperebutkan oleh kedua pria itu? Apa yang dilihat Tedy pada dirinya? Dia sudah bukan wanita sempurna lagi, dirinya telah memiliki putri yang kini tengah tidur disampingnya. Dan, Andreas...seorang pria yang memiliki segalanya kini tengah memperjuangkan dirinya. Jika wanita lain mungkin sudah besar kepala dan mengangkat kepalanya tinggi tinggi. Namun tidak dengan Tasya, dia adalah wanita sederhana yang hanya ingin menjalanani sisa hidupnya dengan ketenangan yang tak kunjung didapatkannya. Tentu saja, Tasya menyimpan rasa cintanya hanya untuk Andreas. Sementara dengan Tedy, hanya ada rasa persahabatan saja, tidak lebih. Mungkin...jika dipaksakan dia memilih Tedy untuk men

