BAB : 34

1570 Kata

Lova sepertinya masih tak mau melakukannya dan malah terlihat ragu. Saat suara langkah semakin mendekat menuju pintu masuk ruangannya, itulah saat yang tepat. Kembali, ia menarik tubuh Lova agar semakin mendekat padanya ... kemudian langsung saja mencium bibir gadis itu. Sekarang bukan hanya sekilas, tapi justru berharap kalau durasinya lebih lama. Langkah sepatu yang tadinya terdengar samar, kini seolah terhenti di depan pintu. Lebih tepatnya terhenti di saat ciuman antara Mirza dan Lova berlangsung. Lova bisa mendengar suara langkah seseorang yang kini bisa ia pastikan berhenti di pintu masuk. Lebih gilanya lagi saat dirinya dan Mirza sedang berciuman. Matanya menatap Mirza, seakan mengatakan ada seseorang. Tapi bukannya melepaskan, Mirza malah makin menggila dengan aksinya. Sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN