Mirza menghentikan laju mobilnya di pinggiran jalan. Mencoba menenangkan pikirannya agar tak terlalu kacau. Sungguh, kali ini ia benar-benar bingung kemana lagi harus mencarai Lova. Setahunya, gadis itu kalau pergi kemanapun pastilah bersama para sahabtanya. Lah ini, sahabatnya saja justru tak tahu kemana dia pergi. Ponselnya berdering pertanda ada pesan masuk. Saat ia cek, ternyata adalah pesan dari Farel. Sebenarnya malas banget untuk membaca, tapi malah penasaran. "Ponsel milik Lova berada di sekitar sekolah." Langsung, setelah membaca pesan singkat itu ia kembali melajukan kemudi mobilnya. Memang, sih, ia belum mengecek ke area sekolah, karena menurutnya enggak mungkin juga gadis itu masih berada di sana. Dan kalaupun ada, ngapain coba? Inipun sudah malam. Tapi, lain cerita kalau ad

