BAB : 36

1756 Kata

Lova mengangguk cepat. "Aku tetap akan bersikap seperti ini padamu. Aku menyadari jika aku butuh kamu, Kak," balasnya. "Maaf, aku malah menanyakan hal seperti itu di saat yang enggak tepat," ucap Mirza sambil mengecup pucuk kepala Lova. "Jangan pergi," harapnya kembali. Mirza menyetujui permintaan Lova. "Sekarang kamu tidur, ya, udah larut malam ... aku nggak akan pergi kemana-mana tanpa ijin darimu," jelas Mirza. "Janji?" Mirza mengangguk ... Bahkan saat kedua maa Lova sudah terpejam pun, tak berniat untuk melepaskan tangan Mirza di genggamannya. Tapi kali ini, napas teratur yang berhembus bisa memastikan kalau dia sudah tertidur nyeyak. Perlahan, Mirza mulai melepaskan tangannya yang berada dalam pegangan Lova. Ya ... kali ini ia berhasil lepas. Kalau bukan rasa hausnya, ia tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN