BAB : 67

1075 Kata

Malam harinya, Mirza duduk membaca buku di ruang keluarga. Tiba-tiba Lova yang baru bangun menghampirinya dan duduk di sampingnya. Ya ... awalnya duduk, tapi kemudian dia malah kembali merebahkan badan. “Aku masih ngantuk,” ujarnya dengan suara serak khas orang yang sedang mengantuk. Mirza yang tadinya fokus pada buku yang ia baca, sekarang meletakkan buku itu di meja dan mengelus lembut kepala Lova yang tiduran dengan berbantal pada kedua pahanya. “Ngantuk atau capek?” “Dua-duanya,” jawab Lova masih dengan kedua matanya yang terpejam. “Kalau aku pengin lagi, masih mau ngasih?” Mata Lova seketika terbuka dan melebar saat mendengar pertanyaan Mirza, tapi ekspressinya kali ini sedikit aneh. “Hmm ... kalau itu yang Kakak inginkan,” responnya lambat. Ini bukannya menolak, loh, ya ..

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN