Berniat melakukan pergerakan pada badannya, tapi malah tak bisa. Seolah-olah seperti ada yang menahan niatnya itu. Hingga akhirnya itu semua membuatnya terpaksa membuka mata yang masih mengantuk. Hanya menatap, pada wajah tidur yang ada di depan matanya tanpa berucap. “Kamu nggak akan bisa tidur nyenyak kalau bukan di pelukanku,” gumam Mirza dengan kedua matanya yang masih terpejam. Seketika Lova bangun dan duduk menjauh dari posisi Mirza ... kemudian menangis. Sontak dong, sikapnya itu membuat suaminya kaget. Mirza langsung bangun dan menatap cemas pada Lova. “Ada apa?” “Tetap saja aku nggak bisa jauh darimu, kan, Kak. Ku pikir aku tenang dan tidur nyenyak karena memang aku berhasil tanpamu, tapi ternyata masih saja akhirnya di dekapanmu.” “Apa benar-benar berniat untuk tak membutu

