“Kalian semua darimana?”tanya pria yang berdiri di pintu masuk kerajaan. Dia mengawasi lima orang yang berjalan gontai sejak dari ujung. Pemandangan aneh baginya. “Dari kemiliteran. Kami begini karena terlalu lelah bekerja.”ucap Anoda tegas. Anoda tidak paham dengan misi yang mereka lakukan akhir-akhir ini. Misi yang tidak berguna sama sekali. “Panggil saja Komandan Dimas Anggara. Kami kesini hanya ingin makan malam.”seru Henry dari belakang. “Ah, baiklah. Silahkan masuk.” Mereka segera masuk tanpa banyak kompromi. Anoda langsung merangkul Langit yang sedari tadi celingak celinguk. “Aktingku bagus kan?” “Iya. Jika tak begitu, bisa ketahuan kalau kita punya kendaraan pengangkut barang.” “Kau memang cerdik, Langit.” “Kalian mau kemana?”tanya Langit heran. “Menikmati makan malam yang

