Saat pagi datang, keadaan tak lagi sama. Tidak berlebihan, semua orang tampak gusar setelah kejadian kemarin malam. Bagaimana tidak, mereka memperlakukan seorang pangeran dengan sangat biasa. Dan puncak dari kegaduhan ketika waktu tidur diganggu oleh seseorang. Komandan Dimas Anggara membuka pintu dengan dentuman keras yang membuat semua orang bangun. Dan tentu saja, Embun melihat dengan mata melongo. “Segera bersiap, saya ingin bicara dengan kalian!”perintahnya tegas. Semua orang langsung bersiap. Dengan gerakan yang sangat cepat, mereka segera bersiap. Embun sudah tahu apa yang akan terjadi. Pasti ini semua menyangkut Samudera Alia. Bersiaplah, Embun terpaksa jujur. Ini semua sudah keharusan. Samudera pernah bilang, jika komandan mengetahuinya, Embun harus menyampaikan permintaan maa

