Jeno sedang mengurus surat izinnya untuk besok. Ia harus menemui ayahnya, namun petugas yang menangani surat izin keluar asrama ini sungguh melakukan tugasnya dengan sangat lamban. Jeno menggeram karena sudah setengah jam ia bolak balik mengurus hal ini, bisa saja ia langsung keluar dengan menyebut nama ayahnya tapi ia enggan melakukannya. Akhirnya surat izinnya selesai. Dengan terpaksa ia tersenyum, padahal dalam hati ia merutuk karena akibat petugas itu ia justru membuat Jaemin menunggu lama. Di sisi lain.. Jaemin sendiri baru selesai membersihkan diri. Ia menatap pantulan dirinya sambil mengeringkan rambut. "Apa aku harus bersiap?" Gumamnya pada diri sendiri. "Aku sudah membersihkan lubangku, apa aku perlu memakai salah satu alat bondage itu? Hm, bagaimana jika Jeno tak menyukainy

