EPILOG

1673 Kata

Beberapa tahun kemudian Perempuan bercelemek hitam-putih membawa dress berwarna merah muda, sementara perempuan lain membawa heels dan tas guci. Semua itu demi nyonya mereka. Rein Agartashara Andi. Istri pengusaha muda tersukses di negeri ini.  “Terima kasih semuanya,” kata Rein ramah, membuat perempuan-perempuan itu satu persatu meninggalkan kamarnya yang megah, lebih megah dari penthouse terkenal di kota ini. Dirinya sudah berhias, dengan anggun tangannya yang mungil membawa rambut gelombangnya ke belakang telinga. Sembari bercermin sekali lagi—definisi hampir sempurna yang sesungguhnya. Rein tersenyum, namun tak bertahan lama. Ketika ia menoleh dan mendapati laki-laki yang tertidur pulas di ranjang. Ditepuknya pundak laki-laki itu sambil mendengus kesal. “Sayaaang bangun, pukul b

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN