Andi memasuki rumahnya dengan tiang-tiang yang menjulang tinggi, sedang tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan Rein dengan sangat erat. Rein menelan saliva, bersiap menerima apa pun yang akan terjadi padanya. Mendengar cemooh-an yang mungkin lebih buruk dari apa yang Chasandra katakan kepadanya, disumpah-sumpahi atau apapun itu, bahkan sentuhan fisik sekali pun seperti tamparan. Saat tiba di ruang tengah, Andi menghentikan langkah tepat di depan orang tuanya yang saat ini sedang menikmati weekend bersama dengan menonton film di TV dengan layar 200 inci. "Aku ingin mengatakan kepada kalian bahwa perempuan yang kubawa ini hamil karenaku dan aku ingin bertanggung jawab," ujar Andi cepat seperti tanpa koma dan titik. Sementara orang tuanya terdiam, saling melempar pandangan dan berdir

