Chapter 1. Klub
Suara pertama kali menyambut pendengaran Skyla adalah suara musik yang berdentum begitu keras.
Lampu berwarna-warni menghiasi ruangan. Aroma alkohol, rokok, dan keringat menjadi satu. Di lantai dansa, begitu banyak orang-orang yang meliuk-liukkan tubuhnya.
Pakaian sexy yang serba minim membuat para wanita-wanita yang berada di sini termasuk dirinya terlihat begitu menggoda.
Apalagi gaun berwarna merah yang sangat ketat memperlihatkan belahan d**a dan bentuk lekuk tubuhnya begitu pas dan indah di tubuh Skyla. Rambutnya yang tergerai, wajahnya yang terpoles make-up ditambah bibir merahnya yang menggoda membuat beberapa kaum adam ingin mencicipinya.
Skyla datang bersama ketiga sahabatnya, dan mereka sudah pergi entah ke mana. Skyla yang tidak merasa asing karena beberapa kali ke tempat ini membuatnya merasa tidak kesusahan mencari di mana letak meja bar.
"Wah, sepertinya malam ini aku kedatangan tamu spesial!" suara seorang lelaki membuat Skyla tersenyum hangat.
"Hai Jus, bagaimana kabarmu?" tanya Skyla yang sudah menempatkan dirinya di kursi. Tangan kanannya menopang dagu menatap pria di depannya. Dia Justin, si pelayan di club ini.
Lelaki itu sudah cukup baik mengenal Skyla, ditambah keramahan gadis itu membuat mereka sudah seperti teman dekat.
Perawakannya yang begitu gagah, wajahnya yang cukup tampan membuat tak sedikit wanita menyukai laki-laki itu.
"Aku baik Sky. Lebih baik dari yang kau lihat. Bagaimana denganmu?"
"Kau bisa melihatku sekarang Jus, aku baik.''
Justin menaikkan sebelah alisnya. "Tapi kau tidak baik seperti yang dilihat Sky.''
Skyla terkekeh. "Kau selalu bisa menebak Jus."
"Aku sangat lelah. Jadwal pemotretan yang terlalu padat membuatku pusing, lalu jadwal kuliah-- membuatku benar-benar menguras waktu." Lanjut Skyla.
"Sabar Sky, itu konsekuensinya kau menjadi model sekaligus mahasiswi di waktu yang bersamaan," kekeh Justin.
"Ya, kau benar juga Jus." Skyla mengangguk setuju.
"Kau ingin segelas vodka, Sky?" tawar Justin.
Skyla mengangguk. "Boleh. Mungkin segelas vodka bisa membuatku merasa lebih baik."
"Segelas saja tidak cukup Sky. Setidaknya beberapa gelas kau akan merasa lebih baik," celetuk Justin memberikan segelas vodka.
"Apa kau berencana membuatku mabuk Jus?" Skyla melotot ke arah Justin membuat laki-laki itu tertawa, "tidak Sky, aku hanya memberimu usul."
Skyla langsung meminum satu tegukan hingga tak tersisa. "Mau lagi?" tawar Justin mengangkat sebelah alisnya.
"Tuangkan," Justin mengangguk. Lalu menuangkan vodka ke gelas yang disodorkan gadis itu.
"Di mana Angela, Sky?" tanya Justin memecah keheningan.
Siapa sangka, lelaki muda yang menjadi pelayan club sejak beberapa bulan ini menyimpan perasaan pada salah satu sahabat Skyla. Entahlah apa yang disukai dan dikagumi Justin dari sosok Angela. Padahal gadis itu tidak ada anggunnya sama sekali dan sangat bar-bar.
"Kau menyukai wanita bar-bar itu?" tanya Skyla tertawa.
"Kau menyebutnya bar-bar Sky," gerutu Justin.
Kali ini Skyla tergelak lebih kencang membuat aura kecantikannya bertambah, sejenak membuat Justin terpesona. "Tidak terima eh?"
Justin diam.
"Kenapa diam?" Suara Skyla membuatnya buyar dari lamunan. Justin hanya terpesona, tapi hatinya masih terikat dengan gadis bar-bar itu.
"A-aku hanya memikirkan apakah Angela sudah memiliki pacar," dalihnya.
Skyal mengetuk dagunya berpikir. "Punya tidak ya?" gumamnya.
"Sepertinya tidak, ah aku bingung dia memiliki pacar atau tidak karena setiap hari dia selalu membawa laki-laki yang berbeda,'' jawab Skyla.
"Sebaiknya kau jangan menaruh hati padanya, kau terlalu baik untuknya." Lanjut Skyla.
"Aku bukannya mengadu domba antara sahabatku dan kau. Hanya saja, aku lebih mengetahui sifat Angela. Kau terlalu baik untuknya. Dan aku memberi tahukan padamu. Tapi kau yang suka padanya, jadi terserah. " Skyla terkekeh di akhir kalimat.
Justin tidak menjawab memilih diam, tapi gadis itu benar-benar telah mencuri hatinya.
"Sky, tapi apakah menurutmu Angela cocok untukku?" tanya Justin.
Skyla menatap lekat Justin lalu menggeleng. "Tidak."
Jawaban Skyla membuat Justin menghela napasnya kecewa. "Tapi jika dengan Angela kau akan bahagia perjuangkan dia. Mungkin jika denganmu, wanita bar-bar itu akan berubah." Seketika Justin tersenyum cerah, secara tidak langsung Skyla memberinya semangat untuk mendapatkan sahabat wanita itu-- Angela.
"Siapa wanita bar-bar yang kau sebut, Sky?" suara seorang gadis tepat di telinga Skyla membuat bulu kuduk Skyla meremang. Bahunya dirangkul oleh Angela.
Skyla menoleh ke arah samping, lalu menyengir. "Hehe, aku juga tidak tau siapa wanita yang ku sebut bar-bar."
Angela mengangguk seakan paham. "Siapa wanita yang disebut bar-bar oleh Skyla, Jus?"
Justin meneguk ludahnya, Angela bahkan terlihat menyeramkan meskipun gadis itu sedang berakting. "Aku juga tidak tau.''
Seketika suasana menegang bagi Skyla dan Justin berubah, membuat mereka menatap Angela heran.
"Kenapa kalian begitu tegang! Aku hanya berakting, lagi pula aku tau yang kau sebut bar-bar karena itu adalah aku," Angela masih terbahak melihat tingkah Skyla dan Justin yang menurutnya konyol.
Angela mengibaskan rambut pirangnya. "Ayo Sky kita ke lantai dansa!" ajak Angela kepada Skyla yang masih menatapnya cengo.
"Sky!" teriak Angela membuat Skyka terlonjak kaget.
"Ish, kau membuatku terkejut Njel!'' kesal Skyla memegang dadanya.
Skyla langsung menatap ke arah Justin. "Jus aku akan kembali nanti, bye!"
Sedangkan Angela menarik Skyla, dan menoleh sebentar ke belakang mengedipkan sebelah matanya pada Justin. "Bye, Jus!" ujar Angela yang juga mengenal Justin sejak beberapa hari yang lalu.
Angela tidak tau saja, karena kedipan mata itu benar-benar berefek untuk Justin saat ini. Tanpa disadari, Justin menyentuh dadanya. Tersenyum samar dengan jantung berdebar. Entahlah, bagaimana bisa Justin menaruh perasaan pada Angela. Karena bisa dibilang, Justin menaruh hati pada Angela pada pandangan pertama. Semua terjadi begitu cepat, mungkin Angela tidak menyadari pertemuan mereka yang membuat Justin menaruh hati padanya.