Sinar matahari memasuki celah-celah jendela membuat gadis yang sedang bergelung dalam selimutnya terganggu. Skyla menggeliat. Perlahan, menyesuaikan sinar matahari yang menerpa wajahnya matanya mulai terbuka. Lalu matanya melirik pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. "Astaga, aku terlambat!" teriak Skyla langsung turun dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi. Hari ini ia ada jadwal kuliah dan pemotretan. Tapi mengingat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan membuat Skyla tidak yakin untuk mengikuti kuliah. Melangkahkan kakinya gontai memasuki kamar mandi, Skyla menghela napasnya. Mungkin ia akan langsung menuju studio untuk melakukan pemotretan. Pikirnya. Setelah menyelesaikan ritual mandinya. Skyla segera keluar dari kamar, ketika langkahnya sudah menuruni ta

