"Apa yang sudah kau masukkan ke dalam minumanku, Njelo!" geram Daniel. Angelo terkekeh, dengan wajah tanpa dosanya. "Hanya sedikit obat perangsang, Niel." "Kau!" desisnya. Daniel benar-benar tidak kuat sekarang. Tubuhnya terasa panas. Angelo benar-benar keterlaluan, awas saja jika ia sudah normal kembali. Pria itu sudah mencari masalah dengannya. "Kau istirahatlah, tenangkan juniormu itu di kamar yang sudah ku pesan," celetuk Daniel. "Sial, kalian pasti telah merencanakan sesuatu!" "Sudahlah Niel, tidak usah banyak bicara." Balas Jack kesal, "pergilah ke kamar nomor 269. Dan tenangkan juniormu di bawah guyuran shower," lanjutnya yang didengusi Daniel dan tak urung pria itu menurutinya, karena Daniel langsung melesat pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang tersenyum penuh kemenanga

