Hari-hariku berjalan normal setelah terakhir kali bertemu pria itu di pengadilan tinggi militer. Pun, anak-anak bersikap normal dan sekolah mereka lancar meski aku tahu kadang raut sedih tak bisa mereka sembunyikan dariku, terlebih di jam makan malam dan saat menatap foto Papa merekanyanh sampai saat ini masih terpajang dengan megah di dinding ruang tamu. Sebagai ibu aku berusaha sebaik mungkin untuk menghibur dan membesarkan hati kedua anakku, semoga seiring berjalannya waktu, mereka bisa ikhlas menerima kenyataan. Lantaran kesibukan mengurus kebun dan kedua anakku, ditambah mengurus surat menyurat dan pertemuan dengan sejumlah wali murid, membuat perhatianku teralihkan untuk beberapa saat. Aku belum sempat mengurus gugatan perceraian karena urusan yang menyita waktu dan tenagaku. Kada

