Aku menuju bagian informasi dan langsung meminta izin untuk masuk. Dua orang petugas memberi salam lalu mempersilahkan aku duduk di depan meja kerja Mereka. "Kalau tidak salah Anda yang sakinah mantan Ibu Dandima kota ini." "Betul sayangnya saat ini saya sudah tidak terhubung lagi dalam instansi kalian." Aku tersenyum. "Ada yang bisa kami bantu ibu?" "Saya ingin bertanya di mana keberadaan Letnan Heri anak dari Pak William." Mereka terlihat saling memandang mendengar jawabanku. Rasanya aku menilai mereka hendak mempersulit keadaan ini. "Bagaimana Pak? Apa saya bisa dapatkan alamat Letnan Heri?" "Begini Bu tugas yang sedang dilaksanakan letnan Heri adalah tugas Rahasia, jadi kami tidak bisa memberi tahu lokasinya." "Hmm, ini darurat," jawabku. "Kalau memang darurat Ibu bisa menemui

