Keadaan saat itu menjadi sangat canggung, antara Alia, Eza dan juga Emil. Usai bergulirnya pengakuan dari mulut pria itu, tak ada lagi yang bisa Alia sembunyikan. Emil terlihat sangat tenang, namun seakan ada yang begitu mengganjal di dalam hatinya. "Aku tahu kalian bersandiwara. Aku kenal kamu dari Neng Anis. Dulu dia bilang ingin memberi sahabat baiknya hadiah, namanya Alia. Dia memilih semua itu, dan bahkan sudah mengukir nama kamu di cincin yang sedang dicoba oleh calon Suamimu saat ini. Dia bilang, 'suatu hari kalau Neng Alia mau menikah, aku hanya tinggal bilang ke dia untuk mengukir nama calon Suaminya di cincin yang satunya'. Jadi itu memang untuk kamu," jelas Emil, dengan kedua mata berkaca-kaca. Alia masih berupaya menahan emosinya yang hampir meluap. "Kenapa kamu membatalkan

