Alia kembali tiba di kantor, setelah mengurus semuanya bersama Eza, tadi. Baju seragam dan jaketnya basah kuyup akibat hujan. Maka dari itu, ia segera mengganti bajunya di ruang ganti, sebelum menuju ke ruangannya. Kedua matanya sedikit membengkak, akibat menangis di atas motor selama perjalanan. Di tatapnya cermin yang ada di ruang loker, berusaha menghilangkan bengkak di bawah matanya, sekaligus berusaha tak mengingat hal-hal emosional yang bisa kembali memicu sisi melankolis di dalam dirinya. Bagi Alia, apapun hal yang bersangkutan dengan Anis, pasti bisa membangkitkan sisi melankolisnya. Sikap Anis yang begitu lembut, penyayang, dan juga perhatian, membuat Alia tak bisa lupa pada sosok sahabatnya tersebut. Ia menahan-nahan rindu selama tiga belas tahun, dan seharusnya ia menumpahkan r

