Episode 38

1584 Kata

Sepulangnya dari penjara, Alia berdiam diri di kamarnya sambil menatap tulisan tangan Anis yang begitu sering ia baca. Dadanya masih merasakan sesak, setiap kali ingat dengan isi buku diari tersebut. Ia rindu pada Anis, dan ia butuh pendapat gadis itu saat ini. Setelah tadi siang Ares memintanya untuk melanjutkan hidup, dan berhenti untuk terus mengurusinya, hati Alia mendadak terasa remuk. Entah bagaimana, selama sepuluh bulan terakhir sejak Ares masuk penjara, ia menjadi sangat bersemangat setiap kali akan menjenguknya. Awalnya ia hanya merasa ingin menjalani apa yang Anis pesankan tentang menjaga Ares. Namun kini, menjaga, menemui, dan berbicara dengan Ares seakan menjadi rutinitas yang tak boleh ia lewatkan. Sesibuk apapun Alia, ia akan sangat berusaha untuk berada di dekat pria itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN