Bab 85 - Siasat Licik

2251 Kata

Ruby keluar dari apartemen Wilson dengan langkah gontai dan wajah berderai air mata. Langkahnya terhenti sejenak. Ia berbalik dan tidak mendapati sosok seseorang yang sangat diharapkannya. Sebuah senyuman miris terukir di wajahnya. Kekecewaan mendalam terpatri di sepasang netranya. Tetes demi tetes air mata bergulir di wajah Ruby yang terlihat pucat. Ia meneruskan langkahnya tanpa mempedulikan pandangan orang-orang yang lalu lalang di sampingnya. Pikirannya benar-benar kacau. Kilasan ingatan Wilson bersama Ester terus berkelebat di benaknya. Semua ucapan dan janji manis yang pernah dilontarkan Wilson padanya seakan hanya bualan belaka. "Aku mencintaimu, Ruby Xiao. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku. Ingat itu." "Di sini sakit sekali kalau melihatmu bersedih. Kalau kamu menan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN