Bab 86 - Ambisi yang Salah

2064 Kata

Wilson menyugar rambutnya dengan kasar. Kondisi pria itu sudah lebih baik sekarang. Wajahnya sudah tidak sepucat tadi. Demamnya pun sudah mulai turun. Hanya saja perasaan rindu yang membuncah di dadanya membuatnya insomnia. Ia tidak dapat memejamkan matanya malam ini. Ia ingin mendengar suara manja istrinya. Mendengar celotehannya yang mampu membuatnya tertawa. Ingin memeluk tubuhnya. Mencium aromanya. Pria itu merasa rindu yang menumpuk di dadanya sewaktu-waktu akan meledak. Wilson memainkan ponselnya. Tidak terlihat panggilan masuk atau pun pesan yang ditinggalkan Ruby untuknya. Wilson berpikir apakah wanita itu benar-benar berhati dingin. Sama sekali tidak merindukannya atau setidaknya memarahinya. Wilson akan menerima semuanya walau Ruby menyalahkannya sekali pun. Setidaknya ia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN