“Aku pikir tempat ini menjadi tempat rahasia.” Raymond membuka suara setelah sekian lama mereka terdiam di ruangan mini yang awalnya Raymond anggap sebuah keajaiban karena mampu melihat tembus pandang ruang di samping nya. Deriyan kembali terkekeh mendengar penuturan Raymond. Akhir-akhir ini mereka semakin akrab karena Deriyan menunggu Bryan di kantor sedangkan Raymond mengantarkan Nyonya Maria ke kantor. Semenjak Bryan mulai bekerja wanita itu hampir selalu mengunjungi anaknya ke kantor dan Raymond pasti menemui Deriyan untuk sekedar berbicara. Sekarang mereka sedang beristirahat di ruangan mini tempat mereka menunggu ke dua atasan mereka. “Sekarang aku menjadi sedikit santai,” ujar Deriyan memberi tahu. “Kenapa? Bukankah enak kalau tidak terlalu banyak pekerjaan.” Raymond menanggapi

