“Raymond.” Maria langsung memanggil nama Raymond ketika panggilannya tersambung. “Ya, Nyonya.” “Mungkin aku agak lama, kau bisa naik ke lobby dan meminta Irene kunci ruangan untuk mu beristirahat.” “Aku sudah berada di sini, Nyonya. Di dalam ruangan yang Nyonya maksud. Irene sudah mengantarku ke dalam sini karena tadi aku berniat untuk menunggu Nyonya di lobby,” Raymond memberi tahu. “Owh baiklah, itu sudah menjadi ruanganmu. Kau lihat ada banyak buku di sana, kau bisa membacanya.” “Baik.” Kemudian.... “Nyonya, bolehkah aku keluar sebentar?” “Mau kemana?” “Aku akan berjalan-jalan di luar, satu atau dua jam lagi aku akan kembali,” pinta Raymond. “Hmmm... baiklah. Aku sepertinya masih lama.” “Terima kasih, Nyonya.” Lalu Raymond berdiri menghadap kaca ruangan, melihat sepintas ke

