KEEMPAT

1011 Kata
Ketika Arra berada di dalam mobil Rama, ia selalu memutar musik kesukaannya sambil menikmati sudut-sudut kota Jakarta yang ramai.Arra akhirnya sampai dirumahnya, ia segera turun dari mobil Rama setelah mobil mereka memasuki gerbang rumahnya. Arra berlari kedalam rumah untuk mengabarkan kabar bahagia ke orangtuanya. “Mah Paahhhh.” Arra berteriak memanggil orang tuanya sambil berjalan mencari kedua orangtuanya. “Iyaa ada apa sayang kok teriak-teriak.” tanya Ratna yang bingung kenapa Arra berteriak kegirangan disusul oleh Aryo yang berjalan dari dapur untuk menghampiri Arra dan Ratna. “Mah Pah lihat deh nilai UN Arra.” Arra menyodorkan kertas pengumuman hasil UN nya kepada Ratna dan Aryo. Ratna kemudian meraih amplop yang ada ditangan Arra dan langsung membukanya. “Wahhh nilai kamu bagus banget sesuai sama perjuangan kamu, Mamah ikut seneng.” puji Ratna kepada anaknya itu. “Papah juga ikut seneng, gimana kalau nanti kita berempat pergi makan diluar?” Aryo memberi tawaran langsung dibalas anggukan oleh Arra yang memiliki arti mengiyakan. Rama menyusul Arra masuk kedalam rumah dan didapati Arra dengan ekspresi yang sangat bahagianya, Rama ikut tersenyum bahagia apabila adiknya itu bahagia karena kebahagiaan adiknya menurutnya itu adalah nomer satu. Arra masuk kedalam kamarnya dan langsung melempar tubuhnya kekasur, betapa lelahnya hari ini setelah satu harian bersekolah. Ketika tiba-tiba Arra sedang menikmati waktu istirahatnya Tiba-tiba Rama datang dan langsung mengetuk pintu kamar Arra. “Deekk.” panggil Rama dari balik pintu. “Masuk aja kak.” ucap Arra mempersilahkan Rama masuk. Kemudian Rama langsung membuka pintu setelah mendapat ijin dari Arra. “Ada apa kak, tumben lo ke kamar gue” Arra bingung kenapa Rama  tiba-tiba ingin masuk ke kamarnya. “Lo mau hadiah apa dari gue Ra?” ucap Rama tanpa basa-basi kepada Arra. “Maksut lo?” tanya Arra kebingungan. “Iya lo kan peringkat satu nih, lo mau hadiah apa dari gue adek cantik.” Rama menjelaskan maksut pertanyaannya tadi kepada Arra. “Astaga punya kakak nggak ada romantisnya sama sekali.” Arra terheran-heran dengan kakaknya itu. “Biarin hahaha, terus sekarang mau ga nih gue beliin hadiahnya, kalau nggak gue keluar.” balas Rama sambil beranjak keluar kamar Arra dan langsung ditahan oleh Arra. “Yaelah gitu aja ngambek, gue mau dibeliin novel aja deh kak.” ucap Arra kepada Rama. “Oke deh besok gue beliin, istirahat sono ntar malem kan mau keluar.” ucap Rama sembari keluar dari kamar Arra. Setelah Rama keluar kamar, Arra memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak. Akhirnya ia terbawa oleh mimpinya. Dalam mimpinya ia melihat dua anak kecil laki-laki dan perempuan sedang bermain bersama, ketika sedang bermain bersama tiba-tiba hujan turun, akan tetapi anak itu tidak beranjak dari tempatnya untuk meneduh, mereka tetap asyik bermain bersama. Sesekali mereka berdua berlarian bersama sambil menikmati air hujan. “Arra sayaangg, bangun nak kita kan mau pergi makan diluar.” panggil Ratna yang membuat Arra terbangun dari mimpinya. “Iya Ma, Arra udah bangun kok.” balas Arra kepada Mamahnya dari dalam kamarnya.  “Yasudah kalau gitu, Mama tunggu di bawah.” ucap Ratna dan kemudian langsung berjalan meninggalkan kamar Arra. “Iya Maaa.” balas Arra singkat untuk mengakhiri obrolannya ndenga Mamahnya sebelum ia beranjak mandi. Arra  masih berada diatas kasurnya sambil memandangi langit-langit kamarnya. Ia masih memikirkan mimpinya tadi yang ternyata didalam mimpinya tadi adalah ia dan Bara, ia tak menyangka akan memimpikan Bara yang betapa sangat ia rindukan. Arra kemudian beranjak dari tempat tidurnya untuk segera mandi, setelah selesai mandi, ia memillih dress yang akan ia pakai untuk makan malam bersama keluarganya. Setelah berhasil menemukan baju yang cocok dengannya ia kemuadian langsung bergegas memakainya dan langsung keluar kamar untuk menemui orang tua dan kakaknya yang sudah siap dari tadi. Arra hanya tidak merias wajahnya karena ia memang tidak suka berdandan, ia hanya menggunakan liptint untuk mewarnai bibirnya agar tidak terlihat pucat. “Ini dia permaisurinya baru keluar dari kamarnya.” ledek Rama kepada adiknya itu yang sangat lama ketika memilih baju yang ingin ia kenakan. Aryo yang melihat Rama meledek Arra pun ikut tertawa. “Ye syirik aja lo kak.” balas Arra kepada kakaknya itu. “Udah ayo pergi sekarang dari pada disini terus keburu nanti restonya udah penuh.” Ratna segera mengajak masuk kedalam mobil. Setelah semua masuk kedalam mobil, Rama langsung mengemudikan mobilnya menuju ke restoran favorit keluarganya. Setelah melakukan perjalanan selama lima belas menit akhirnya mereka sampai ke restoran yang di tuju dan segera turun dari mobil untuk segera berjalan masuk kedalam resto tersebut. “Mah, Arra mau ke toilet dulu, Mamah, Papah sama Kak Rama ke dalam duluan aja nggak papa.” ucap Arra kepada mereka bertiga yang langsung dibalas anggukan. Arra  berjalan menuju toilet restoran tersebut, Arra sudah hapal denah resto ini karena ia sering makan disini bersama keluarganya, jadinya ia dengan mudahnya menemukan toiletnya tanpa perlu bertanya kepada petugasnya. Setelah keluar dari dalam toilet Arra kemudian bergegas menemui kakaknya dan orang tuanya yang sudah menunggunya itu, ditengah perjalanan menuju meja makan resto tersebut saat berjalan tiba-tiba bahunya bertabrakan dengan bahu orang lain yang kemudian membuat Arra kaget dan seketika menoleh. Namun ia tidak tahu siapa yang menenggolnya tadi karena laki-laki itu sudah pergi, Arra hanya bisa melihat punggung laki-laki itu dari kejauhan, setelah itu ia kembali berjalan menuju ke meja makan resto dan menyantap makanan bersama keluarganya. Setelah selesai menyantap makanannya mereka berempat kembali kedalam mobil, saat sampai diparkiran Arra melihat seseorang yang tadi menabrak bahunya. Ia lalu mengamati laki-laki itu sampai beranjak pergi menggunakan motor, Rama yang melihat Arra masih berdiri di luar mobil pun menghampiri Arra. “Lagi liatin apa sih Ra? Kok nggak masuk  mobil?”  tanya Rama kepada Arra yang sedari tadi belum masuk kedalam mobil. Arra seketika kaget ketika Rama menyadarkannya. “Oh nggak ada apa-apa kok kak, ini mau masuk mobil.” Arra membalas pertanyaan Rama dan kemudian langsung bergegas masuk mobil agar  kakaknya itu tidak bertanya lebih panjang  lagi. Rama yang melihat tingkah adiknya itu hanya bisa menggelengkan kepala, kemudian ia langsung masuk kedalam mobil dan langsung mengemudikan mobilnya Setelah sampai dirumahnya, Arra  langsung masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian santai lagi. setelah berganti pakaian, ia pergi ke atas balkon rumahnya, ia duduk di atas balkon rumahnya menikmati suasana malam ini. Arra memang suka berada di balkon saat malam hari walau hanya sekadar menikmat udara malam. Arra teringat hal tadi ketika berada di Restoran dengan seseorang yang menabrak bahunya, tapi ia langsung berniat melupakan hal tadi dan langsung memutar musik yang ada di handphone nya untuk menemaninya ddi balkon rumahnya. Setelah satu jam menghabiskan waktu di balkon, kemudian ia beranjak pergi untuk kembali ke kamarnya dan mulai beristirahat.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN