Baru saja menjatuhkan tubuhnya di atas sofa setelah seharian menemani Nico meeting di luar, sebuah pesan w******p dari bosnya itu kembali masuk dan memintanya untuk datang ke ruangan. Padahal tadinya ia ingin meluruskan kakinya yang lelah karena seharian memakai sepatu hak tinggi. Memijat sebentar betisnya, ia lalu berganti sepatu kemudian menemui Nico. "Ada apa, Pak?" tanya Mila tak bersemangat. Nico memandang Mila yang berdiri di hadapannya sedikit lebih pendek karena gadis itu sedang mengenakan sepatu tanpa hak. "Kamu sekarang ke ruangan Pak Fikar minta laporan hasil voting tempat untuk kegiatan outbound karyawan nanti," ucap Nico seketika membuat Mila kaget. Jelas saja kaget, acara besar yang memang biasa dilakukan setiap tiga tahun sekali, cuma ia sendiri yang tidak tahu. Walau be

