Duduk di depan komputer, Mila terlihat serius membaca beberapa dokumen yang dikirimkan klien sebelum nantinya akan dicetak kemudian diserahkan pada Nico. Berulang kali ia membaca hingga yakin tidak ada kesalahan. Reflek ia memutar kepalanya ke arah pintu ruangan yang terbuka. Tampak Dea masuk sambil tersenyum sumringah. "Ada apa, De?" Dea kemudian duduk di depan Mila dan menanyakan mengenai kegiatan outbound bulan depan. "Ngapain jadi panitia? Capek-capekin aja," sahut Mila ketus, "benci banget aku sama Pak Nico," lanjut Mila. "Kenapa sih jadi benci?" "Pokoknya benci aja lah," sahut Mila lagi tanpa menjelaskan secara rinci. Dea kemudian mengalihkan pembicaraan serta mengajak makan siang di kantin kantor. Mila sendiri langsung menerima ajakan itu karena jadwal Nico hari ini memang kos

