"Kamu di sini emang gak dicariin sama bos?" tanya Dea. Sejak sepuluh menit tadi Mila berada di ruangannya yang lama. "Dia lagi rapat sama divisi head, sama Pak Irwan juga. Aku balik kalau Pak Irwan sudah balik. Males tahu, De. Dengerin orang rapat, ngantuk," terang Mila mencomot kue kering yang ada di meja temannya. "Bukannya kalau bos itu kemana-mana selalu didampingi sama sekertaris, ini malah nggak," celetuk Dea lagi. "Iya emang gitu, makanya tadi aku bilangnya izin sakit perut ke toilet," sahut Mila tertawa kecil. "Bisa aja kamu." Sedang asyik mengobrol, pintu ruangan terbuka dan terdengar suara orang batuk. Reflek Mila dan Dea menoleh ke sumber suara. "Mampus kamu, Mil," bisik Dea dengan wajah tegang menatap ke arah pintu, tempat berdirinya Pak Nico dan Pak Irwan. Mila hanya bi

