Tanpa perlu disuruh dua kali Marc maju. Dia mewujudkan keinginannya mencicipi bibir si wanita. Sesuai bayangannya, begitu lembut dan menggoda. Marc merengkuh Leslie ke dalam pelukan dan memperdalam ciuman. Dia tertawa dalam hati merasakan betapa canggung wanita itu meletakkan kedua tangan di bahunya. "Uhm ... jangan." Leslie menahan tangan Marc yang hendak menjelajah. Lelaki itu menghela nafas, tangannya berpindah memeluk pinggang si wanita, "Maukah jadi pacarku?" Leslie menggeleng. "Kenapa? Kita sudah berciuman?" "Aku tidak kenal kamu. Seperti apa kepribadianmu, dan hal lain semacam itu," kilah Leslie yang masih berusaha mempertahankan harga diri, bersikap pasif-agresif. Marc tersenyum, "Bolehkah aku menciummu lagi?" Leslie ragu. Kalau mereka berciuman lagi ada kemungkinan besar di

